HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU LAINNYA
KELOMPOK 4 ADMINISTRASI PUBLIK D.
·
Muhammad Al Fazri (1228010126) Hubungan Ilmu Administrasi publik dengan
ilmu Sosiologi
·
Aldi Bagja Pratama (1228010021) Hubungan Ilmu Administrasi Publik dengan
Ilmu Politik
·
Azril Firmansyah (1228010042) Hubungan Ilmu Administrasi Publik dengan
Ilmu Ekonomi
·
Fahmi Firdaus Karisno (1228010066) Hubungan Ilmu Administrasi Publik dengan
Psikologi
Menurut Rouck dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.Menurut William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff merupakan penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi social.
Menurut J.A.A. Van Doorn dan C.J Lemmers Sosiologi juga merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.Menurut Selo Soermardjan soermardi ilmu kemasyarakatan ini juga ilmu yang mempelajari struktur social dan proses social, termasuk perubahan- perubahan social.
Tanggapan para ahli sosiologi terhadap Ilmu Administrasi Negara adalah gejala-gejala yang timbul dalam pelayanan dari satu kelompok orang yang menyelenggarakan public terhadap berbagai kelompok rakyat banyak yang diam di layani , di pandang sebagai usaha penataan masyarakat. Dalam hal ini perlu dilihat bahwa sejauh mana para administrator mampu dalam mengadaan teknik pendekatan masyarakat. Sebaliknya juga perlu di lihat sejauh mana yang di perintah ( rakyat ) bersedia di pimpin, di urus , dan di atur dalam perhubungan antarmanusia dalam masyrakat Negara.
Jadi dalam hal ini pemerintah juga di anggap salah satu dari beberapa kelompok manusia. Hanya bedanya pemerintah merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dan memerintah. Kekuasaan ini dapat di jumpai [ada interaksi social antarmanusia ataupun antar kelompok, Karena mempunyai beberapa unsure pokok, yaitu :
- Adanya rasa
takut,
- Adanya pemujaan,
- Adanya rasa
cinta, dan
- Adanya kepercayaan.
HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU POLITIK.
Ilmu Politik, yaitu suatu ilmu yang mempelajari peraturan kekuatan dan kekuasaan dalam masyarakat. Pada dasarnya administrasi adalah “policy execution”. Dengan demikian administrasi harus meletakkan dirinya kapada politik karena merupakan kontinuasi yang satu dari yang lain. Administrasi negara adalah salah satu bagian dari administrasi umum, yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial, yang mana administrasi negara mempunyai kaitan erat sekali dengan kelompok ilmu sosial seperti: ekonomi, sosial, antropologi, psikologi, dan ilmu politik. Disamping itu administrasi negara adalah bagian dari proses politik, dimana administrasi dalam pemerintahan berhubungan dengan kehendak golongan atau partai politik dan dengan program-program politiknya, dan ikut serta menentukan metode-metodenya bagaimana kebijaksanaan negara dapat diselenggarakan.
Pembahasan mengenai hubungan administrasi negara dengan cabang ilmu politik merupakan pembahasan yang paling menarik diantara hubungannya dengan disiplin ilmu yang lainnya. Mengenai hubungannya dengan ilmu politik, ada dua pendapat yang berbeda. Pendapat yang pertama memandang bahwa administrasi negara merupakan bagian dari ilmu politik (anak dari ilmu politik). Pendapat yang kedua mengatakan administrasi negara merupakan ilmu yang berdiri sendiri. Apa yang dikemukakan oleh kelompok pertama meletakkan administrasi negara sebagai pelaksana bagi politik. Sedangkan kelompok yang kedua menunjukkan perlawanan terhadap kelompok pertama.
Gerald E Caiden menyatakan terdapat proses penghapusan warna-warna politik dari administrasi negara. Sementara itu Frank J. Goodnow mengungkapkan mengenai hubungan administrasi negara dengan ilmu politik, yakni: politik berkaitan dengan kebijaksanaan atau ekspresi dari kehendak negara, sedangkan administrasi berkaitan dengan pelaksanaan dari kebijaksanaan tersebut. Selaras dengan pendapat tersebut diatas, Leonard D. White, berpendapat bahwa apabila politik berakhir, mulailah administrasi. Kedua pendapat ini pada dasarnya mencerminkan pemisahan administrasi negara dari ilmu politik.
Bila melihat proses pemerintahan pada umumnya ada dua tahapan, tahapan
pertama menentukan garis-garis kebijaksanaan yang dianut oleh pemerintah untuk
periode mendatang. Pada tahap ini rakyat secara formal diberikan kesempatan
untuk ikut menentukan garis-garis kebijaksanaan yang akan ditempuh.
Keikutsertaan masyarakat biasanya diberikan secara periodik yakni bertepatan
dengan pelaksanaan pemilihan umum, walaupun aspirasinya disampaikan secara
tidak langsung melalui wakil-wakilnya yang duduk di badan perwakilan rakyat.
Sedangkan dalam tahapan kedua, itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab
administrasi negara.
Walaupun adanya pemisahan antara fungsi politik dengan administrasi, namun dalam prakteknya antara keduanya tidak dapat dipisahkan, serta tidak ada benang merah yang menjadi pembatas. Antara keduanya terangkai suatu jalinan yang sulit dipisahkan. Suatu kebijaksanaan publik yang dirumuskan oleh politik tidak akan mampu menyajikan perbaikan selama tidak memperoleh masukan dari administrasi. Misalnya ada keputusan politik untuk mengambil kebijaksanaan menaikkan harga bahan bakar minyak, kebijaksanaan ini dirumuskan setelah administrasi menyajikan berbagai pertimbangan yang membimbing tercapainya kesimpulan, bahwa program-proram pembangunan tidak akan sampai ke tujuan, kecuali dengan mengurangi subsidi yang telah dilimpahkan kepada sektor bahan bakar minyak.
HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU EKONOMI.
Ekonomi berasal dari kata Yunani oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos, atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga". Menurut seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), ilmu ekonomi atau ekonomi politik (politicale conomy) adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antarmanusia. Ilmu Ekonomi, suatu ilmu yang mempelajari kebutuhan manusia yang selalu tidak terbatas dengan alat-alat pemuasan yang selalu terbatas. Administrasi pun bergerak atas prinsip yang sama karena tujuan organisasi pada hakikatnya tidak terbatas sedangkan sumber-sumber yang tersedia atau mungkin tersedia selalu terbatas. Ditinjau dari segi tujuan dan alat ini, antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi berbeda hanya ditinjau dari segi objeknya saja.
Hubungan administrasi negara atau administrasi publik dengan ilmu ekonomi yaitu efisiensi merupakan tujuan administrasi publik. Efisiensi dapat dicapai dengan cooperation ( kerjasama )dan competition ( kompetisi ). Dalam ilmu ekonomi dikemukakan bahwa dalam memenuhi kebutuhannya, manusia selalu berkompetisi dan membutuhkan kerjasama. Berdasarkan definisi-definisi ilmu administrasi publik, bahwa administrasi publik berfungsi melakukan penataan dan pengaturan sistem ekonomi dalam suatu otoritas/pemerintahan agar terwujud efisiensi dalam tata kelola perekonomian. Sedangkan keadaan ekonomi suatu negara menunjukan indikator keberhasilan penerapan sistem administrasi negara oleh pemerintah negara tersebut. Administrasi Negara juga bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum sangat berkaitan dengan ekonomi. Bagaimana manusia berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya/alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
Pada hakekatnya administrasi publik/administrasi publik berwati keterlibatan negara dalam bermasyarakat. Orientasi administrasi negara/publik adalah Non-profit. Disini terlihat bahwa pelaku administrasi negara berusaha menciptakan pengaturan agar suatu lembaga non-profit oriented mampu menciptakan kemakmuran pada masyarakat tanpa menghasilkan kerugian bagi lembaga itu sendiri, contohnya puskesmas dan kantor pos. Kesinergian ilmu ekonomi dan administrasi sangat berperan penting disini.
Hubungan antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi
Negara juga terjadi dalam penyusunan anggaran belanja suatu Negara. Di
Indonesia disebut APBN (Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara). Administrasi
Negara berperan sebagai pengambil kebijakan dalam rancangan dan persetujuan
APBN. Begitu pula sebaliknya, ilmu ekonomi menentukan para alat administrasi
Negara dalam menentukan APBN karena APBN harus dibuat berdasarkan keadaan
ekonomi Negara dan kebutuhan-kebutuhan Negara, mulai skala prioritas kecil
sampai besar.
Antara Ilmu Administrasi dengan Ilmu Ekonomi juga memperlihatkan hubungan yang sangat etar, saling melengkapi dan bahkan kadang – kadang sering overloping (tumpang tindih) antara yang satu dengan yang lain. Administrasi bisa menjadi alat ekonomi untuk mencapai sasaran yang diinginkan dan sebaliknya, ekonomi dapat digunakan sebagai alat administrasi sehingga tercapainya tujuan yang direncanakan. seorang pemimpin bisa memberikan solusi bagi masyarakatnya dalam mengatur management publik dalam hal ini kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, karena peran pemerintah tak lepas dari yang namanya penstabil perekonomian negara.
HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU PSIKOLOGI.
Sedemikian sempurnanya manusia diciptakan oleh Allah SWT, sehingga selain jasmani di lengkapi pula dengan jiwa. Jiwa inilah yang memiliki emosi dalam berbagai rasa ( taste).Jiwa adalah daya hidup rohani yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior). Karena jiwa tersebut tidak kelihatan maka yang di pelajari adalah gejala jiwa, yaitu apa yang keligatan dan dirasakan berupa tingkah laku sehari-hari.
Perbedaan-perbedaan individu yang tidak begitu mudah di ukur tetapi sering merupakan karakteristik-karateristik, atau sifat-sifat individu yang mudah terlihat yaitu apa yang mudah terlihat,yaitu apa yang kita namakan watak( character ) dan kepribadian ( personality ). Mempelajari watak dan kepribadian setiap orang berarti mempelajari berbagai jenis watak kepribadian manusia yang multikompleks ragamnya. Douglas Mac Gregor dalam teori X dan Ynya membagi manusia, atau jenis manusia yang perlu di dorong dan jenis manusia yag berinisiatif.
Dengan kajian ilmu jiwa ( psikologi) seperti ini membuat kemajuan administrasi Negara semakin mapan karena akan dapat lebih mengetahui bagaimana memotivasi seorang bawahan. Misalnya seorang yang tidak memiliki kemauan bekerja apabila tidak ada yang membimbing adalah kelompok yang tidak mempunyai inisiatif. Menurut teori X, mereka adalah kelompok yang perlu system komando.Oleh karena itu, para admistraror Negara dapat memotivasinya dengan briefing walaupun akan mealkukan one way traffic . sebaliknya, mereka yang termasuk kelompok teori Y maka inisiatifnya perlu didukung dengan cara para administrator Negara memberikan keleluasaan berkarya.
SEKIAN TERIMA KASIH.
DAFTAR PUSTAKA
Diktat Ajar, I Ketut Suardita, SH. MH.
http://muslimpoliticians.blogspot.com/2018/12/hubungan-antara-ilmu-administrasi.html
Comments
Post a Comment