Sejarah Perkembangan Administrasi Publik

Kelompok 2:
1. Ardika Ramadhani Nugraha (1228010034)  Sejarah ilmu administrasi publik
2. Ardika Ramadhani Nugraha (1228010034)  Hubungan sejarah dan berkembangnya pemikirian administrasi publik
3. Farhan Herlambang (1228010071) Pergeseran dan urutan paradigma administrasi publik
4. Muhammad Azka Robbani(1228010128)Tokoh tokoh dalam setiap periodisasi perkembangan paradigma administrasi publik
5. Akhdan Waliuddin 'A (1228010019) Lokus dan fokus administrasi publik

A. Sejarah Perkembangan Adminsitrasi Publik

Perkembangan ilmu administrasi muncul karena pemikiran-pemikiran oleh para ahli teori klasik, pemikiran-pemikiran itu menjadi fondasi untuk administrasi modern. Namun jauh sebelum munculnya pemikiran-pemikiran tersebut tercatat sudah adanya ilmu administrasi. 

Max Weber, meyakini bahwa negara mesir lah yang paling tua yang memiliki administrasi birokrasi yaitu pada tahun 1300SM. Selain Mesir, di Tiongkok Tua pun sudah melakukan administrasi pemerintahan. 

Pada awal Masehi perkembangan administrasi banyak dicetuskan oleh gereja Roma Katolik. Perkembangan ilmu administrasi sebagai seni semakin pesat di Eropa. Administrasi bisa menekan perekonomian negara bila administrasi itu sendiri dan manajemen bisa berjalan dengan baik.

Seiring berkembangnya administrasi, memunculkan adanya revolusi industri di Eropa. Revolusi industri ini berdampak dinamik terhadap pemikiran administrasi. Yang awalnya job centered atau orientasi produktivitas menjadi human centered atau orientasi pengembangan SDM. 

Puncak ilmiah (scientific analysis) dari Administrasi berdasarkan fakta sejarah dimulai sejak akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Dengan munculnya gerakan manajemen ilmian “Scientific Management” yang diperoleh oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1925) 

B. Hubungan Sejarah Dan Berkembangnya Pemikiran Administrasi Publik

Sejak 1886 hingga sekarang mengalami beberapa fase yaitu
1. Survival period (1886-1930)
Lahirnya ilmu administrasi, pada tahun 1886 munculnya gerakan manajemen/administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Serikat yang dijuluki bapak ilmu manajemen, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi. Karena itu lah pada tahun 1886 sering disebut tahun lahirnya ilmu administrasi. Para sarjana pada masa ini, mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin).
2. consolidation and completion period (1930-1945).
Asas-asas, rumus-rumus dan kaidah-kaidah (norma) ilmu administrasi lebih disempurnakan pada masa ini. Pada masa ini juga kualitas dan jumlah para sarjana administrasi ikut dikembangkan dalam ilmu administrasi Negara dan niaga. 
3. human relations period (1945-1959)
Para sarjana di masa ini sudah mementingkan segi manusiawi dan hubungan kerjasama antar kelompok. Baik yang resmi maupun yang tidak resmi. Pada masa ini pula buku-buku soal hubungan antar manusia banyak diterbitkan.
4. behavioral period (1959-sekarang).
Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai mengadakan perhatian serta peningkatan terhadap penyelidikan mengenai tindakan-tindakan dan perilaku orang-orang dalam kehidup berorganisasi dan dalam bidang pekerjaannyan system maupun pendekatan kontingensi (contingency approach).

C. Paradigma Administrasi Publik

Artikulasi perkembangan administrasi publik dapat dikaitkan dengan perkembangan paradigma ini. Henry (1989:22) menyebutkan ada lima paradigma administrasi publik yaitu : 

Dikotomi Politik-Administrasi (1900 – 1926)
Periode ini ditandai dengan terbitnya buku-buku yang ditulis oleh Frank J. Goodnow dan Leonardo D. White. Goodnow mencatat bahwa pemerintah memiliki dua fungsi. Pertama, tugas politik yang berkaitan dengan pengambilan keputusan atau pengungkapan kehendak negara. Kedua, tugas administratif. Untuk mengimplementasikan kebijakan. Kedua fungsi pemerintahan ini digambarkan dengan baik oleh sistem pemisahan kekuasaan Amerika Serikat saat itu. Intinya, bagaimanapun, Goodnow berpendapat bahwa administrasi publik harus fokus pada Birokrasi pemerintah. 
Administrasi publik mulai memperoleh legitimasi akademis pada tahun 1920-an, khususnya setelah penerbitan karya Leonardo D. White. White tidak diragukan lagi berpendapat bahwa politik  tidak boleh mengganggu administrasi dan administrasi publik harus diperlakukan sebagai studi ilmiah dan dapat bersifat bebas nilai. Pada saat yang sama, tugas utama administrasi  publik adalah efisiensi dan ekonomi. Pada periode pertama ini jelas  bahwa administrasi publik lebih menekankan pada tempat, yaitu tempat dimana seharusnya administrasi  publik itu berada. Jika dikaitkan dengan kuartet teori Bailey (empat serangkai) deskriptif, normatif, presuposisional dan instrumental – jelas bahwa administrasi publik berorientasi pada aspek normatif.

Prinsip Administrasi Publik (1927-1937)
Paradigma kedua dimulai dengan W.F. Willioughby berjudul “Prinsip Administrasi Publik”. Pada masa itu diasumsikan bahwa ada beberapa prinsip pengelolaan yang bersifat universal, yaitu tidak terbatas pada dimensi ruang dan waktu. Prinsip-prinsip administrasi berlaku di lingkungan apa pun, terlepas dari budaya, operasi, lingkungan, misi, dan lembaga. Dengan demikian, prinsip pengelolaan dapat diterapkan di mana saja, baik di negara maju maupun negara berkembang. Tokoh dari periode ini termasuk Mary Parker Follett, Henri Fayol, James D. Mooney dan Alan C. Reiley. Ahli teori organisasi sering menyebut tokoh-tokoh ini pendukung sekolah manajemen administrasi karena fokus mereka pada hierarki organisasi. Pada periode ini juga muncul Luther H. Gullik dan Lyndall Urwich yang memperkenalkan tujuh prinsip manajemen yaitu Planning, Organizing, Personnel, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting, disingkat POSDCORB. 
Pada tahun 1938-1947, Chester I. Barnard menerbitkan buku yang berjudul “Fungsi Eksekutif.” Simon dipengaruhi oleh buku Barnard. Pada tahun 1940-an, gejolak ketatanegaraan ditunjukkan dalam dua arah. Pertama, mulai dipahami bahwa politik dan administrasi sama sekali tidak dapat dipisahkan. Kedua, prinsip-prinsip administrasi secara logis bertentangan. Simon jelas mengabaikan prinsip administrasi.

Administrasi publik sebagai Ilmu Politik (1950-1970)
Pada akhir 1930-an, administrasi publik dikritik habis-habisan, seperti halnya Simon. Akibatnya, administrasi publik kembali ke disiplin induknya yaitu ilmu politik. Pergerakan mundur ini menghasilkan pembaruan definisi tempat birokrasi pemerintah, tetapi meninggalkan fokus. Periode ini dipandang sebagai upaya untuk mengeksplorasi semua koneksi konseptual antara administrasi publik dan politik. Namun hasil usaha tersebut hanya menciptakan koridor pembelajaran yang pada akhirnya  mengarah pada keterampilan semata. Oleh karena itu, wajar jika publikasi  administrasi publik  tahun 1950-an hanya berbicara tentang fokus yang tegas, satu kepentingan, dan bahkan sinonim untuk ilmu politik. Singkatnya, periode ini  ditandai dengan penekanan  pada birokrasi negara, sedangkan tulisan-tulisan yang diterbitkan berusaha menghubungkan administrasi dengan ilmu politik. Menurut Islamy (1994: 6-7), fokus administrasi publik menurun pada tahap ini.

Administrasi publik sebagai Ilmu Administrasi (1956-1970)
Melihat statusnya sebagai “warga negara kelas dua” dalam ilmu politik,  tokoh  administrasi publik mulai mencari alternatif lain, yaitu menjadikan administrasi menjadi ilmu. Namun identitas dan ciri administrasi publik tidak tampak baik dalam politik dan politik. , ilmu administrasi. Paradigma keempat ini muncul hampir bersamaan  dengan berlakunya paradigma ketiga. Istilah administrasi di sini mendefinisikan semua studi tentang teori organisasi dan administrasi. Teori organisasi, awalnya dikembangkan oleh  psikolog, sosiolog, dan pakar administrasi bisnis dan administrasi publik, didirikan untuk lebih  memahami perilaku organisasi. Pada saat yang sama, ilmu manajemen lebih didasarkan pada hasil penelitian ahli statistik, analis sistem, ekonom dan ahli administrasi publik, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas program secara lebih tepat dan efisien. Dalam hal ini, fokus lebih penting daripada lokus. Perintis termasuk James G. March dan Herbert Simon, Richard Cyret and March, James March, James D. Thomson dll. Di sini, Ilmu Administrasi adalah studi gabungan dari teori organisasi dan ilmu manajemen. Namun, seperti dalam paradigma 2, kepemimpinan lebih terfokus daripada lokus, dan tata kelola serta prinsip tetap sama. Pada tahun 1960-an, “pengembangan organisasi” muncul  sebagai bagian dari ilmu administrasi. Disiplin baru ini menarik perhatian sarjana  administrasi publik, tetapi kemudian muncul masalah baru mengenai garis  yang memisahkan administrasi “publik” dari administrasi “swasta”. Selain itu, juga dibahas tentang definisi administrasi publik publik, sehingga paradigma keempat ini tidak dapat  mengatasi masalah lokus administrasi publik.

Administrasi Publik sebagai Administrasi Publik (1970 – kini)
Meskipun belum ada kata sepakat tentang fokus dan lokus administrasi publik, pemikiran Simon tentang dua aspek yang harus dikembangkan dalam disiplin administrasi publik di kembali mendapat perhatian serius. Kedua isu tersebut adalah: (1) ahli administrasi publik tertarik untuk mengembangkan ilmu administrasi murni, dan (2) populasi yang lebih besar tertarik dengan isu kebijakan publik. Aspek pertama muncul dari perkembangan teori organisasi selama dua puluh tahun terakhir. Teori ini lebih berfokus pada: Bagaimana dan mengapa anggota organisasi berperilaku? Dan bagaimana dan mengapa keputusan tertentu dibuat? Alih-alih bertanya bagaimana itu terjadi? Selain itu, juga terbukti bahwa kemajuan telah dibuat dalam teknik manajemen yang juga mencerminkan apa yang telah dipelajari dari pengetahuan teoritis tentang analisis organisasi. Mengenai aspek kedua, kemajuan terlihat pada perencanaan objek penting administrasi publik. Perkembangan lain yang terlihat adalah para ahli administrasi publik semakin terlibat dalam ilmu kebijakan, ilmu politik, pengambilan keputusan dan proses analisis keputusan, serta pengukuran hasil politik. Aspek terakhir ini dapat dianggap sebagai bentuk kedekatan dan fokus administrasi publik. 
Paradigma tersebut dimulai dengan berdirinya National Association of Schools of Public Affairs and Administration (NASPA). Terbentuknya lembaga ini tidak hanya menandai perkembangan administrasi publik, tetapi juga menunjukkan kepercayaan diri administrasi publik.

D. Tokoh Tokoh Dalam Setiap Periodisasi Perkembangan Paradigma Administrasi Publik

Tokoh Administrasi publik paradigma I Politik Administrasi:Frank J.Goodnow(1900) dan Leonard D.White(1926)
Tokoh Administrasi Publik paradigma II:Luther H.Gulickdan,Lyndall urwick,Willoughby,John M.Gaus,Dwight Waldo
Tokoh Administrasi publik paradigma III(1950-1970):M.Gaus
Tokoh Administrasi publik paradigma IV:Keith M(1960)Nicholas Henry(1982)
Tokoh Administrasi Publik paradigma ke V:Luther Gulick(1970-)

E. Lokus dan Fokus Administrasi Publik

Kata Lokus berasal dari kata Latin locus yang berarti "tempat". Menurut Henry (1995) "Lokus dari Administrasi Publik adalah kepentingan public dan urusan publik", pengelolaan pemerintah terhadap ketepatan dan kecermatan mengutamakan kepentingan masyarakat atau public dan sesegera memutuskan kebijakan publik jika terdapat msalah dalam masyarakat.
Fokus adalah apa yang menjadi pembahasan penting dalam memepelajari ilmu. Menurut Henry (1995) "Fokus dari Administrasi Publik adalah teori organisasi dan ilmu manajemen", kegiatan pemerintah yang mampu menerapkan dan menjalan kebijaksanaan dan program-program kegiatan pemerintahan untuk mecapai tujuan yang telah ditetapkan mulai dari kegiatan merencanakan, mengatur, mengawasi, hingga evaluasi untuk kepentingan publik.

Sumber
http://fisip.umsu.ac.id
http://researchgate.net
Akib, H. (2009). Artikulasi Perkembangan Ilmu Administrasi Publik. Jurnal Baca Edisi 2 ,3, 3-6.
Henry, N. (1995). Administrasi Negara dan Masalah Masalah Publik . Jakarta: Rajawali Press.
Thoha, Miftah, 2008, mu Administrasi Publik Kontemporer. Jakarta: Kencana
Anggara, Sahya, 2012 Ilmu Administrasi Negara. Bandung: Pustaka Setia

Comments

Popular posts from this blog

Paradigma Old Public Administration dan New Public Management Beserta Tokoh dan Kelemahan dari OPA dan NPM

PENGARUH ILMU LAIN TERHADAP ADMINISTRASI PUBLIK

Pengertian dan Ruang lingkup Administrasi Publik

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA

Reformasi Administrasi Publik di Indonesia

HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU LAINNYA

Model - Model Administrasi Publik

Dimensi - Dimensi Dalam Administrasi Publik

PERUBAHAN PARADIGMA ADMINISTRASI NEGARA KE ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA