PENGARUH ILMU LAIN TERHADAP ADMINISTRASI PUBLIK

PENGARUH ILMU LAIN TERHADAP ADMINISTRASI PUBLIK

ANGGOTA KELOMPOK 7:

1. AJENG AMALIA (1228010016)

2. DESTIYANA SALSABILA RIZQIA (1228010053)

3. FARADILA KAMILA RERY (1228010070)

4. FRIKA TIA MARESA (1228010081)


FRIKA TIA MARESA (1228010081)

    Ketika manusia beraktivitas dan berinteraksi yaitu antara manusia yang satu dengan yang lain hal ini dinamakan fenomena sosial (social phenomenon), sedangkan dalam hubungan kerjasama secara organisasional disebut fenomena kerjasama organisasional (organizational phenomenon). Salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari fenomena sosial yang berhubungan dengan kerjasama dan dinamika manusia dalam mencapaiu tujuannya ialah Ilmu Administrasi.

    Administrasi Publik adalah suatu ilmu sosial yang membahas dan mempelajari kehidupan bernegara yang meliputi lembaga serta hal- hal yang berkaitan dengan publik yaitu seperti kebijakan publik, manajemen publik, administrasi pembangunan, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara.

    Ilmu pengetahuan lahir untuk memenuhi segenap kebutuhan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok masyarakat bangsa. oleh karena itu, cabang-cabang ilmu pengetahuan pun terus berkembang dan berinovasi sesuai tingkat kebutuhan dan peradaban masyarakat bangsa. Begitu juga dengan Ilmu administrasi publik yang merupakan bagian dari ilmu sosial. Ilmu sosial sendiri yaitu merupakan ilmu yang mengklasifikasikan dan menginterprestasikan fenomena sosial. Permasalahan yang dihadapi dalam administrasi publik bersifat multidimensi sehingga menuntut administrasi publik untuk menjalin hubungan dalam arti meminta atau memanfaatkan bantuan dari berbagai cabang disiplin ilmu lain.         

    Hubungan administrasi dengan cabang-cabang ilmu yang lain membuat administrasi menjadi studi yang bersifat multidisiplin, memanfaatkan aneka macam model yang disajikan berbagai cabang disipliin ilmu lain untuk pemecahan masalah yang dihadapi, terdorong untuk melakukan pendekatan-pendekatan terpadu sehingga sehingga dapat menentukan langkah pemecahan yang tepat atau menentukan skala prioritas dalam

    Sebagai cabang ilmu sosial yang tergolong muda, maka dalam tahap perkembangannya banyak disiplin ilmu lain yang memberikan sumbangan langsung pada teori administrasi. 

    Terdapat ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan seperti Sosiologi, Ekonomi, Psikologi, dan politik. Ilmu-ilmu eksakta, seperti Statistik. Juga Ilmu Hukum, Geografi, Sejarah, Etnologi bahkan Agama. Ilmu ilmu tersebut memberikan sumbangan pada Administrasi publik agar lebih berseni dan dimengerti untuk bagaimana seseorang atau sekelompok orang dapat mencapai tujuannya dalam kegiatan organisasi.


FARADILA KAMILA RERY (1228010070)

A. Pengaruh Ilmu Antropologi terhadap Administrasi Publik

    Antropologi mempelajari praktik-praktik budaya suatu masyarakat tertentu. Dalam hal ini, budaya dalam masyarakat tersebut akan mempengaruhi sistem administrasinya. Misalnya, populasi bangsa Maju, di mana profesionalisme lebih menonjol. Budaya profesional ini juga akan mempengaruhi sistem administrasi negara sehingga para aparat di dalamnya menganut budaya profesional. Juga, dapat diperkirakan kesimpulan jika dikaitkan dengan administrasi publik, yaitu, bagaimana sebuah implementasi dari ilmu administrasi beradaptasi dengan keadaan budaya sekitar.

    Bagaimana kita berperilaku adalah salah satu fungsi dalam kehidupan sehari-hari, dan ini menjadi nasehat bagi para sosiolog di bidang administrasi. Didalam suatu masyarakat terdapat perbedaan-perbadaan budaya. Terdapat perbedaan dalam hal standar penilaian, standar sikap, dan norma dalam perilaku. Hasil utama dari studi antropologi ini adalah penekanan pada lingkungan, sehingga tidak mungkin untuk mengabaikan fakta bahwa proses administrasi suatu negara secara signifikan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. (Lase, 2019)


B. Pengaruh Ilmu Ekonomi terhadap Administrasi Publik

    Efisiensi merupakan tujuan administrasi publik. Berdasarkan definisi-definisi ilmu administrasi publik, bahwa administrasi publik berfungsi melakukan penataan dan pengaturan sistem ekonomi dalam suatu otoritas/pemerintahan agar terwujud efisiensi dalam tata kelola perekonomian. Sedangkan keadaan ekonomi suatu negara menunjukkan indikator keberhasilan penerapan administrasi Negara oleh pemerintah negara tersebut. Administrasi publik juga bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum sangat berkaitan dengan ekonomi. Bagaimana manusia berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya/alat pemuas kebutuhan yang terbatas.

    Administrasi bisa menjadi alat ekonomi untuk mencapai sasaran yang diinginkan, demikian sebaliknya ekonomi dapat digunakan sebagai alat administrasi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dalam bidang ini antara administrasi dengan ekonomi saling mengisi, saling melengkapi dan saling membantu. Anggaran merupakan alat untuk mengendalikan administrasi yang utama, tetapi juga merupakan faktor utama dalam pengendalian sistem ekonomi.


C. Pengaruh Ilmu Hukum terhadap Administrasi Publik

    Ilmu administrasi melengkapi ilmu hukum dengan pengetahuan tentang bagaimana penerapan hukum secara rasional, efektif dan efisien bagi suatu hukum tertentu atau menentukan disiplin hukum itu sendiri.

    Suatu hukum bisa dipastikan akan selalu bertahan dalam perkembangan ketatanegaraan jika ditaati baik aturan tertulis dan tidak tertulis yang berlaku. Ilmu hukum yang mempelajari asas-asas dan hukum-hukum yang hidup dalam masyarakat memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ilmu administrasi.

    Dalam Perspektif Hukum "Ilmu hukum mendukung ilmu administrasi karena dapat digunakan sebagai pengetahuan yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah yang hidup di masyarakat. Sedangkan dalam Perspektif Administrasi, penjelasan dan pemahaman lebih lanjut mengenai hubungan hukum dan administrasi yaitu seperti pembuatan kebijakan publik.”


D. Pengaruh Ilmu Geografi terhadap Administrasi Publik

    Seperti yang kita ketahui perbedaan budaya ada di dalam negara dan antar negara. Di sini terdapat perbedaan prinsip penilaian, perilaku dan nilai serta perilaku masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting disini untuk mengetahui lingkungan tempat pemerintahan berlangsung, karena keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di suatu negara belum tentu berjalan dengan baik jika dilaksanakan di negara lain.

    Faktor kewilayahan, seperti batas-batas strategis, tekanan penduduk, zona ekonomi dan lain-lain mempengaruhi penyelenggaraan negara. Meskipun semua hal yang disebutkan di atas adalah hal-hal dalam dunia sains. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang erat antara ilmu administrasi publik dengan ilmu geografi, karena efek yang dimaksud didasarkan pada ilmu administrasi publik, khususnya makhluk hidup. (Fakhsiannor, 2016)

    Contoh efek tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menentukan apakah suatu negara harus dikonsolidasikan atau dibubarkan.
  2. Negara-negara di benua mudah diatur dan relatif mudah dipindahkan, maka dalam penyelenggaraan negara sebaiknya dibuat sentralis
  3. Negara dengan populasi besar menerapkan kebijakan terpusat, sementara negara dengan populasi beragam menerapkan kebijakan. 


AJENG AMALIA (1228010016)

E. Pengaruh Ilmu Sejarah terhadap Administrasi Publik

    Kata Sejarah asalnya dari bahasa Arab yang berarti Syajaratun yaitu Pohon. Penggunaan kata dalam bentuk lampau mengacu pada perjalanan kelahiran. Dalam hal ini, definisi sejarah hanya mengacu pada asal usul atau silsilah manusia. Hal ini dikarenakan arti sejarah adalah mengacu pada masalah asal-usul atau keturunan seseorang. Pengertian kata sejarah dalam bahasa Yunani adalah Historia yang berarti Ilmu atau orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History adalah masa lampau umat manusia dan apabila dalam bahasa Jerman, Moh. Yamin, berkata bahwa : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan. Lalu Administrasi secara luas dan sempit adalah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama dan atau suatu kegiatan catat mencatat, surat menyurat, pembukuan, pengetikan, dll.

    Jadi bisa di simpulkan bahwa hubungan antara administrasi dengan sejarah begitu erat kaitanya. Sebab administrasi dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu, hal ini menyebabkan adanya perubahan dalam administrasi dari zaman dahulu sampai sekarang. Telah dibuktikan bahwa perubahan administrasi pada zaman dahulu di sebut sejarah perkembangan administrasi dan sesuai dengan pengertian sejarah sebagai suatu kejadian yang telah terjadi pada masa lalu. Sejarah berarti ilmu yang menyelidiki secara menyeluruh suatu tindakan-tindakan manusia di masa-masa yang lampau.

  Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat benang merah sejarah yang menghubungkan perkembangan ketatanegaraan. Apa yang telah dicapai dan disampaikan oleh pemerintahan negara saat ini tidak lepas dari usaha tak kenal lelah para pendiri pemerintahan awal. Administrasi modern penuh dengan upaya untuk lebih menekan pegawai negeri agar mengerahkan segala daya upayanya untuk mencapai kemajuan dan melayani masyarakat. Karena itu, administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi "of the public", tetapi sebaliknya administrasi dipandang sebagai "for the public". (Janang, 2013)


F. Pengaruh Ilmu Statistik terhadap Administrasi Publik

    Statistik digunakan untuk menggambarkan kumpulan fakta biasanya berupa angka-angka yang disusun dalam tabel atau grafik yang menyatakan atau menjelaskan suatu masalah. Statistika adalah ilmu yang berhubungan dengan metode pengumpulan fakta, pengorganisasian dan analisisnya, mencapai kesimpulan dan membuat keputusan yang masuk akal berdasarkan penelitian yang dilakukan. Mengenai hubungan dengan ketatanegaraan, yaitu suatu sistem pendukung yang meliputi fungsi pendaftaran, surat menyurat, pembukuan, dan pengarsipan, sehingga terdapat keterkaitan antara statistik dan administrasi, yaitu sebagaimana telah dijelaskan di atas administrasi yang bersifat penunjang. Proses ini dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam pekerjaan penulisan, surat menyurat, pembukuan dan pengarsipan yang memerlukan data faktual dan hanya data yang tersedia di bagian administrasi berupa statistik dan penelitian yang melakukan penelitian terhadap data yang telah dimiliki dan diterima. Oleh karena itu, antara statistik dan manajemen, terdapat keterkaitan atau hubungan di antara keduanya yang membuat manajemen dan statistik menjadi penting untuk menjadi data yang akurat dan dapat diolah.  (Janang, 2013)


G. Pengaruh Ilmu Agama terhadap Administrasi Publik

    Manajemen adalah kegiatan kerja sama antara dua orang atau lebih yang dilakukan secara rasional untuk mencapai suatu tujuan. Pemerintahan atau yang dikenal saat ini adalah administrasi publik atau public administration adalah suatu proses pengelolaan kepentingan atau masalah masyarakat atau masyarakat. Proses ini meliputi 3 elemen penting yaitu perencanaan (planning/ development) kebijakan, implementasi (implementation) kebijakan dan evaluasi (evaluation) perencanaan dan implementasi kebijakan tersebut di lapangan.

    Organisasi menetapkan standar atau aturan yang harus diikuti atau diterapkan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pembuat kebijakan. Isi undang-undang ini tentu akan mengarah pada kemajuan sosial dan perbaikan hubungan antarmanusia jika mengacu pada kebenaran, keadilan dan asas-asas lainnya. . Oleh karena itu proses perencanaan dekat dengan titik nilai, oleh karena itu proses perencanaan selalu membutuhkan tindakan (behavior). Kode moral yang paling berpengaruh adalah agama. Dalam agama, ada banyak aturan dan peraturan yang harus dipatuhi. Menurut Geertz, agama adalah tanda yang membuat kondisi dan dorongan kuat, permanen dan permanen dalam diri manusia dengan menciptakan ide-ide tentang tatanan keberadaan dan meliputi secara umum Jadi ada lima poin penting menurut Geertz yaitu : 

  • Agama adalah tanda yang benar, 
  • Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana dan inspirasi yang kuat, 
  • Bagaimana merumuskan gagasan tentang proses umum keberadaan,
  • Kemudian konsep tersebut ditutupi dengan manifestasi realitas,
  • Oleh karena itu, kondisi dan motivasi berbeda dari hal-hal yang nyata. 

Menurut definisi ini, agama bukan sekedar ide yang tidak benar, melainkan hukum aktif yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, agama adalah sesuatu yang harus dilakukan tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk kehidupan bersama, termasuk administrasi publik. (Janang, 2013)


H. Pengaruh Ilmu Etnologi terhadap Administrasi Publik

    Etnologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara ras yang berbeda dan budaya mereka dan merupakan studi ilmiah tentang hubungan manusia yang dihasilkan dari organisasi sosial. Etnologi juga merupakan ilmu tentang sistem dan proses sosial yang stabil. Selain itu, ia juga mempelajari proses manusia dan sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial.

    Etnologi, yaitu studi tentang sifat, budaya, dan adat istiadat suatu bangsa. Ini juga akan mengakui oleh pekerja administrasi, hanya peserta dalam program internasional (baik dalam keadaan negara dan bisnis). Tujuannya adalah untuk menemukan kualitas, kelemahan, dan murka dari negara -negara lain, karena Anda tahu hal-hal ini, adalah untuk pindah ke mereka. Mengenai tanggapan terhadap ilmu administrasi publik, bagi para ahli antropologi gejala-gejala yang timbul adalah pelayanan dari satu kelompok orang yang menyelenggarakan publik terhadap berbagai kelompok rakyat banyak yang diam dilayani, dipandang sebagai suatu penataan masyarakat. Dalam hal ini perlu dilihat sejauh mana para administrator mampu mengadakan teknik pendekatan masyarakat. Di sisi lain, penting juga untuk melihat sejauh mana yang diperintah setuju untuk dibimbing, dikendalikan, dan diatur dalam hubungan antara rakyat dan masyarakat negara. (Janang, 2013)


DESTIYANA SALSABILA RIZQIA (1228010053)

I. Pengaruh Ilmu Politik terhadap Administrasi Publik

    Ilmu administrasi dengan politik memiliki sebuah keterkaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan dari keduanya. Pengaruhnya juga telah dijelaskan pada paradigma 3 administrasi publik. Menurut Wildavsky, Dror, Alison, Etzioni, dan Lasswell memandang administrasi publik sebagai suatu medan politik yang menunjukkanbahwa kelompok kepentingan terlibat dalam alternatif pemilihan kebijakan.

    Ilmu politik adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang siasat, atau bisa disebutkan sebagai pelajaran terinci dari berbagai cara merebut kekuasaan. Hubungan antara ilmu politik dan ilmu administrasi negara sangat erat karena objek materialnya sama yaitu negara itu sendiri. (Suardita, 2021)


J. Pengaruh Ilmu Seni terhadap Administrasi Publik

    Menurut George R Terry, seni adalah kekuatan pribadi seseorang yang kreatif, ditambah dengan keahlian yang bersangkutan dalam menampilkan karyanya. Jadi, seni merupakan sebuah kemampuan dan kemahiran yang dimiliki seseorang untuk mewujudkan suatu cipta, rasa, dan karsa yang dimiliki dan bersangkutan dalam tugas dan fungsinya sebagai seorang seniman.

    Administrasi publik selain sebagai suatu ilmu, juga dapat dikatakan sebagai suatu seni, karena kita dapat saksikan sendiri bagaimana seorang administrator publik mampu menyelenggarakan, menata, dan mengurur organisasinya tanpa keterpaksaan bawahannya kendati organisasi itu negara. (Abdurahman, 1959)


K. Pengaruh Ilmu Psikologi terhadap Administrasi Publik

    Pengaruhnya terjadi setelah Elton Mayo, dkk yang melakukan sebuah eksperimen tentang pengaruh tempat untuk bekerja terhadap kinerja para pekerjanya. Dan dapat disimpulkan dari hasil temuannya bahwa tempat untuk bekerja bukanlah suatu faktor dominan yang dapat mempengaruhi kinerja pekerja. Temuan ini disebut Hawthorne Effect.

    Psikologi juga merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana gejala jiwa, yaitu suatu hal yang dapat dilihat dan dirasakan berbentuk tingkah laku sehari-hari. Psikologi merupakan sebuah ilmu yang sangat diperlukan di mana pun dan kapan pun diadakan penelitian administrasi publik secara ilmiah. (Syafiie, 1999).

L. Pengaruh Ilmu Sosiologi terhadap Administrasi Publik

    Pengaruh administrasi dengan sosiologi dapat kita lihat dengan mudah dari kenyataan bahwa administrasi akan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan sosial. Selo Sumarjan, menyatakan bahwa sosiologi mempelajari kehidupan bersama, yang setiap seginya mengandung unsur-unsur sosial yang sama. Masuknya teori teori birokrasi, teori sistem, perubahan sosial, kelas, kekuasaan, masyarakat, dll ke dalam administrasi publik. Menurut para ahli, sosiologi juga telah banyak menyumbangkan sebuah teori untuk perkembangan administrasi. (Abdurahman, 1959)


Sumber :

Abdurahman Arif, 1959, Majalah Administrasi Negara.

Atmosudirdjo Prajudi, 1982, Administrasi dan Management Umum, Ghalia Indonesia, Jakarta, Hal. 272

Kencana, Inu, 2010, Ilmu Politik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Janang Harles, 2013, Hubungan Administrasi dengan Ilmu Lain. 

https://www.slideshare.net/jemskatiga/hubungan-adm-dengan-ilmu-lain

Soeroso S.H, 2015, Pengantar Ilmu Hukum, Sinar Grafika. Jakarta. 

Kencana, Inu, 2016. Sistem Administrasi Negara. Bumi Aksara Jakarta. 

Lase Fatiani, 2019. “Peranan Antropologi Dalam Kajian Ilmu Administrasi Negara”

https://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/juwarta/article/download/409/401

Comments

Popular posts from this blog

Paradigma Old Public Administration dan New Public Management Beserta Tokoh dan Kelemahan dari OPA dan NPM

Pengertian dan Ruang lingkup Administrasi Publik

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA

Reformasi Administrasi Publik di Indonesia

HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU LAINNYA

Model - Model Administrasi Publik

Dimensi - Dimensi Dalam Administrasi Publik

PERUBAHAN PARADIGMA ADMINISTRASI NEGARA KE ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA

Sejarah Perkembangan Administrasi Publik