Model - Model Administrasi Publik

Kelompok 5 Administrasi Publik 1D

1. Aftina anya husnika (1228010005)

2. Desti Mandanti (1228010052)

3. Frisca Maulida Fazrin (1228010082)

4. Saskiya Reni Tasya (1228010195) 

 


  Menurut Simon,dkk “Administration as the activities of groups cooperating to accomplish common goals.” artinya Administrasi sebagai kegiatan kelompok yang mengadakan kerja sama untuk menyelesaikan tujuan bersama ya gengs. Administrasi publik dewasa ini semakin berkembang dari  jaman ke jaman, bahkan menurut George Frederickson merumuskan lima model paradigma administrasi publik, yang dijelaskan dari perspektif teoritis, menurut pengetahuan positif, atau secara empiris. Kelima model tersebut adalah (1) birokrasi klasik, (2) birokrasi neoklasik, (3) kelembagaan, (4) interpersonal atau hubungan antar manusia, dan (5) pilihan publik. 

 

1) Model Birokrasi Klasik


Menurut George Federick model birokrasi klasik memiliki dua komponen, yaitu struktur atau kerangka kerja organisasi dan cara mengatur orang dan bekerja di dalam organisasi. Dari segi manajemen dan aspek mikro, model birokrasi klasik diawali dengan pemahaman ilmiah manajemen oleh Frederick Taylor tentang produktivitas melalui studi gerak dan waktu, sehingga struktur dan manajemen berkaitan erat.


Fokus  model birokrasi klasik adalah struktur (desain) organisasi, unit usaha, instansi pemerintah, kelompok kerja dan fungsi manajemen, atau prinsip manajemen, sedangkan peran tindakannya adalah berbagai  organisasi administratif dan komersial. Nilai-nilai terpenting yang  diwujudkan dalam paradigma ini adalah efisiensi, efektivitas, ekonomi, dan rasionalitas. Tokoh administrasi yang tergolong dalam paradigma ini antara lain :

1. Frederick Taylor

2. Max Weber 

3. Woodrow Wilson

4. L. Gulick dan L. Urwick. 


(2) Model Birokrasi Neoklasik


Model birokrasi neoklasik sebenarnya mengandung nilai-nilai yang mirip dengan paradigma pertama, tetapi dengan fokus dan peran yang berbeda. Fokus  paradigma ini adalah proses pengambilan keputusan birokrasi pemerintah, dengan perhatian khusus pada penerapan ilmu perilaku, ilmu manajemen, analisis sistem dan dana penelitian operasional, sedangkan titik berat tindakannya adalah “keputusan” yang dihasilkan.  Tokoh dalam paradigma ini yaitu :

1. Herbert Simon

2. William Gore

3. Richard Cuert

4. James March 

 

Model birokrasi ini memiliki ciri - ciri yang positif - logis, analisis sistem, ilmu manajemen, produktivitas.


Disusun Oleh : Desti Mandanti (1228010052)

 

(3) Model Kelembagaan


Model kelembagaan yaitu mengenai pemahaman dari perilaku birokrasi dan dipandang sebagai sebuah organisasi yang kompleks. Dalam hal ini terdapat beberapa masalah, seperti masalah efisiensi, efektivitas dan produktifitas suatu organisasi yang kurang mendapat perhatian. Terdapat perilaku birokrasi yang diutarakan pada paradigma ini, yaitu sistem pengambilan keputusan dengan inkremental serta gradual, yang dianggap sebagai satu-satunya cara dalam memadukan sebuah keahlian birokrasi dengan preferensi kebijaksanaan serta berbagai peluang bias dari pemangku politis. Fokus empiris mdpdel ini terletak pada keputusan (rasional), perilaku organisasi (sistem terbuka), perilaku organisasi, perilaku individu dan organisasi biro dan profesi, perbandingan perilaku organisasi (kekuasaan), perilaku organisasi (pertukaran), organisasi dan kebudayaan, dan perilaku organisasi (organismis).


Ada banyak tokoh yang berperan dalam paradigma ini yaitu sebagai berikut :

1. Charles Linblom

2. J. Thomson

3. Michel Crozier

4. Anthony Downs

5. Frederick Mosher

6. Amitai Etzioni

 

Disusun oleh : Aftina Anya Husnika (1228010005)

 

(4) Model Hubungan Antar Manusia


Model hubungan antar manusia berpusar pada dimensi-dimensi interaksi antar manusia serta sudut pandang sosial-psikologi dalam berbagai bentuk organisasi dan birokrasi. Sementara nilai-nilai yang penting yaitu keikutsertaan dalam proses pengambilan keputusan, minimasi perbedaan pada status serta hubungan antar pribadi, transparansi, manifestasi diri dan optimasi kepuasan. Belakangan ini, berkembang pula sebuah Learning Paradigm atau bisa disebut paradigma pembelajaraan yang kemudian termasuk pada kelompok ini serta berorientasi pada sebuah peningkatan kapasitas institusi dan individu. Tokoh- tokoh yang berperan dalam paradigma ini antara lain sebagai berikut :

1. Rennis Likert

2. Daniel Katz

3. Robert Kahn

4. Warren Bennis

5. Eugene McGregor


Fokus empiris model ini terdapat pada individu dan kelompok kerja, hubungan pengawas dengan pekerja, daya guna pengawas atau pekerja, dan perubahan perilaku. Nah, tentu dengan fokus empiris ini membuat model ini membedakan dengan model lainnya ya gengs.


Tahukah kalian? model ini memiliki ciri - ciri juga loh, diantaranya : 

1. Hubungan antar pribadi dan antar kelompok

2. Komunikasi

3. Sanksi 

4. Pembagian otoritas

5. Kebenaran prosedur


Disusun Oleh : Frisca Maulida Fazrin (1228010082)

 

(5) Model Pilihan Publik


Versi modern dari ekonomi politik sekarang ini umumnya sering disebut dengan "pilihan publik." kumpulan pengetahuan di dalam model ini kaya akan tradisi dan kekuatan intelektual tapi agak miskin dalam bukti empiris loh gengs. Nah, paradigma Wilson atau paradigma birokrasi memiliki bagian yang sempurna dari administrasi pemerintah dan ilmu politik juga loh.


Dalam model pemilihan publik dikatakan bahwa administrasi publik tidak luput dari politik, sedangkan locusnya ini merupakan opsi-opsi dalam penyediaan layanan barang dan jasa yang harus di berikan oleh berbagai jenis organisasi dan bentuknya.  Pelayanan publik dan penyediaan barang - barang dan masing - masing usaha kolektif  bergantung kepada serangkaian keputusan dimana keputusan itu yang menguntungkan dalam semua struktur keputusan pokok selama beberapa waktu. Menurut Frederickson, bentuk ekonomi politik modern yaitu didasarkan pada pilihan pendekatan antara pilihan publik dan ekonomi pasar bebas. Tokoh- tokoh dalam paradigma ini yaitu : 

1. Vincent Orstrom

2. James Buchanan

3. Michel Olson

4. George Tullock

 

Dan ternyata di model ini juga terdapat ciri - ciri juga loh yang dapat menjadi pembeda di antara para model lainnya, di antaranya adalah :  

1. Model ini antibirokrasi

2. Penerapan ekonomi pada masalah - masalah distribusi pelayanan publik

3. Adanya desentralisasi

4. Adanya tawar - menawar


Di dalam model ini juga terdapat nilai - nilai yang dimaksimalakan di dalamnya loh, diantaranya ada pilihan kehendak warga negara, kesempatan mempergunakan pelayanan yang sama persaingan.


Nah, jadi itu merupakan model model Administrasi publik gengs, semoga setelah membaca artikel ini bisa menambah wawasan kalian yaaaa.....


Disusun oleh : Saskiya Reni Tasya (1228010195)

 

Sekian, Terima Kasih ...

 

Sumber : 

Anwaruddin, Awang. 2004. “Pasang Surut Paradigma Administrasi Publik.” dalam Jurnal Ilmu Administrasi STIA LAN Bandung.

Andyva, Muhammad Ammar. 2021. “5 Model Administrasi Publik.”

Agus Priyono. 2015. " 5 (lima) Model Administrasi Negara : #1 Model Klasik."

Medusyam. 2011. Label : Filsafat Administrasi, Teori Administrasi publik.


 

 

Comments

Popular posts from this blog

Paradigma Old Public Administration dan New Public Management Beserta Tokoh dan Kelemahan dari OPA dan NPM

PENGARUH ILMU LAIN TERHADAP ADMINISTRASI PUBLIK

Pengertian dan Ruang lingkup Administrasi Publik

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA

Reformasi Administrasi Publik di Indonesia

HUBUNGAN ILMU AP DENGAN ILMU LAINNYA

Dimensi - Dimensi Dalam Administrasi Publik

PERUBAHAN PARADIGMA ADMINISTRASI NEGARA KE ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA

Sejarah Perkembangan Administrasi Publik